Proses Pembelajaran di Kelas Harus Diperbaiki


Jakarta, 30/4 (Antara) - Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Unifah Rosyidi mengatakan proses pembelajaran di kelas harus diperbaiki karena lemahnya skor Programme for International Student Assessment (PISA) mengindikasikan ada permasalahan di dalam kelas.

"Mutu pendidikan sejatinya bermuara pada proses di dalam kelas, oleh karena itu PGRI berperan aktif tidak menunggu tapi berkontribusi melakukan akselerasi dalam peningkatan mutu guru dan siswa melalui PGRI Smart Learning Center," ujar Unifah dalam peluncuran PGRI Smart Learning Center di Jakarta, Senin.

Melalui PGRI Smart Learning Center tersebut, para guru bisa meningkatkan proses pembelajaran di dalam kelas dengan pendekatan teknologi.

PGRI Smart Learning Center tersebut merupakan pusat pengembangan dan peningkatan kompetensi profesional guru terutama dalam menghadapi revolusi industri 4.0 yang dicirikan dengan dimanfaatkannya teknologi informasi dalam berbagai kegiatan pembelajaran secara kreatif dan inovatif.

"Kami fokus pada pendalaman konsep digital pedagogi." Terdapat 10 fasilitas pada PGRI Smart Learning Center tersebut yakni laboratorium pintar, studio, perpustakaan, sekolah, ruang seni, ruang olahraga, teater, kantin, dan ruang pengajaran.

PGRI, kata Unifah, berupaya agar dapat memperbaiki kualitas pembelajaran dan menjadikan teknologi sebagai bagian dari pembelajaran.

"Kita tidak bisa menghindari diri dari Revolusi Industri 4.0," tambah dia.

Unifah juga menyinggung kurikulum yang masih media antara kurikulum 2006 dan 2013 yang berbeda substansi dan pendekatannya. Menurut Unifah, yang satu menekankan keterampilan berpikir tingkat tinggi atau "high order thinking skills" (HOTS),sementara yang satunya belum, sehingga menimbulkan protes.

"HOTS itu bukan soal sulit tapi soal yang menuntut penalaran dan logika berpikir tingkat tinggi, bersifat abstraksi. Proses pendidikan belum ke arah sana sehingga tidak heran menimbulkan reaksi ketika Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK)." Ketua PGRI Smart Learning Center, Eko Indrajit, mengatakan negara yang menang dalam persaingan global terletak pada kemampuan sumber daya manusianya.

"Terletak pada sistem pendidikannya, kami lagi fokus membangun ruang kelas berbasiskan teknologi mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi," kata Eko.

Eko menambahkan guru harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Jika guru tidak siap, maka guru harus bersiap dirundung oleh muridnya sendiri karena semua informasi yang dibutuhkan sudah didapat melalui internet. Untuk itu, kompetensi guru harus terus ditingkatkan serta proses pembelajaran di kelas pun harus diperbaiki melalui pendekatan teknologi.

Comments

Popular posts from this blog

MIWF Makassar Dihadiri Penulis Mancanegara

Pendidikan Yang Membumi Untuk Anak Bangsa

Risensi Buku Pustaka dan Kebangsaan