Bone Bolango Bangun Pasar Modern Pertama

Gorontalo, 5/5 (Antara) - Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, siap membangun pasar modern pertama, untuk kebutuhan masyarakat, pelaku UMKM dan peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

Pasar modern itu berlokasi di Kecamatan Tilongkabila dengan anggaran Rp6 miliar yang dibantu melalui dana tugas pembantuan (TP) tahun 2018, dari Kementerian Pedagangan RI. Kepala Dinas Koperasi Perindustrian Pedagangan (KPP) dan UMKM, Basir Noho, Sabtu, mengatakan konsep pasar modern itu berupa semi mall yang akan terintergrasi dengan pasar sehat dan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat.

"Pasar itu juga merespon kepadatan hunian di Kecamatan Tilongkabila. Di kecamatan itu akan menjadi kawasan siap bangun. Banyak perumahan yang akan dibangun disana," katanya.

Nantinya ungkap Basir, pasar sehat akan diberlakukan dari pagi hingga sore hari. Setalah itu, malamnya akan ada para pedagangan kaki lima dan para pelaku UMKM untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain itu, merespon giat ekonomi yang akan terjadi saat kesiapan hadirnya kampus Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mulai aktif di sana. Saat ini terpantu pembangunan gedung baru kampus sementara dikerjakan.

Basir memperkirakan ada 5.000 mahasiswa yang akan aktif di kampus itu. Maka dari itu, ada kebutuhan masyarakat yang harus dipersiapkan di sekitar wilayah tersebut.

"Pembangunan pasar modern akan dimulai pada bulan Juli. Ditargetkan pembangunan selama lima bulan selesai, maka tahun 2019 nanti, pasar itu sudah bisa dimanfaatkan," katanya.

Untuk itu ia mengharapakan dukungan dari masyarakat terkait pembangunan pasar modern. Saat ini juga, Pemerintah Bone Bolango lagi giat-giatnya mengembangkan produk UMKM. Bahkan pemerintah bantu pelaku UMK jualan dalam jaringan "daring" bekerjasama dengan ahlinya, konsultan marketing daring yang menguasai seluk beluk cara pemasaran yang tepat di dunia online.



Comments

Popular posts from this blog

MIWF Makassar Dihadiri Penulis Mancanegara

Pendidikan Yang Membumi Untuk Anak Bangsa

Risensi Buku Pustaka dan Kebangsaan