Freeport dan Reinkarnasi Soekarno

Freeport, Papua

Tangerang, (Atto Sampetoding, 15/7/2018) – Katakanlah reinkarnasi itu benar ada, dalam konteks tiga setengah tahun perjuangan Jokowi mengembalikan Freeport ke pangkuan Ibu Pertiwi bagaikan reinkarnasi Soekarno dalam diri Jokowi.

Sejarah mencatat Presiden pertama RI Soekarno sangat anti asing, terkenal dengan slogannya Inggris kita linggis, Amerika kita seterika. Soekarno menentang keras segala bentuk intervensi asing, termasuk investasi asing. Walaupun untuk itu ia mengajak rakyatnya hidup dalam kemiskinan. Sepertinya Soekarno hendak berkata lebih baik miskin tapi terhormat, daripada kaya tapi tidak punya harga diri.

Ketika kekuasaan beralih dari Soekarno ke Soeharto, belum genap sebulan Soeharto jadi presiden, Freeport perusahaan asing pertama masuk ke Indonesia. Sampai di sini sejarah berbelok. Secara fisik Indonesia merdeka, namun kenyataan penjajahan ekonomi terus berlangsung. Eksploitasi tambang emas memberi manfaat sangat besar bagi asing, dan manfaat sangat sedikit bagi rakyat Indonesia.

Kini jelang ulang tahun ke-73 kemerdekaan RI, Jokowi mengembalikan sejarah pada jalan yang lurus, di atas rel yang benar. Keberhasilan Jokowi mengembalikan saham mayoritas pada RI merupakan simbol identitas sejati bangsa Indonesia yang tidak sudi dikangkangi negara lain.

Memperjuangkan hak rakyat Indonesia. Itulah yang dilakukan Jokowi dalam tiga setengah tahun terakhir. Sesuatu yang tidak mudah, tapi bukan berarti tidak mungkin. Tak berlebihan bila disebut Jokowi Bapak Papua Indonesia.

Presiden Joko Widodo mengakui memang tidak mudah melakukan negosiasi dalam proses akuisisi saham Freeport karena selama ini ternyata berjalan sangat alot.

"Inilah 3,5 tahun yang kita usahakan sangat alot, jangan dipikir mudah, dan begitu sangat intens sekali dalam 1,5 tahun ini," kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) setelah acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 yang digelar di ICE, BSD, Tangerang, Kamis (12/7), dilansir Antara.

Ia mengatakan, dalam beberapa waktu terakhir negosiasi tersebut terus berjalan dan dikerjakan tanpa publikasi besar-besaran.

Hal itu dilakukan lantaran menyangkut negosiasi yang amat tidak mudah.

"Memang yang kita kerjakan ini dilakukan secara diam-diam, karena ini menyangkut negosiasi yang tidak mudah," katanya.

Maka ia pun mengapresiasi ketika mendapatkan laporan bahwa holding industri pertambangan Inalum telah berhasil mencapai kesepakatan awal dengan Freeport.

"Pengolahan untuk meningkatkan kepemilikan kita menjadi 51 persen, dari yang sebelumnya 9,36 persen. Alhamdulillah," katanya.

Freeport Indonesia sampai sejauh ini telah mengelola tambang emas di Papua selama hampir 50 tahun dengan porsi kepemilikan saham mayoritas.

"Nilainya nanti teknis oleh Menteri BUMN, Menkeu, dan Menteri ESDM. Juga valuasinya makan waktu panjang," katanya.

Presiden menegaskan akuisisi Freeport merupakan sebuah lompatan yang diharapkan nantinya berdampak positif bagi Indonesia secara lebih luas dari sisi pendapatan, pajak, royalti, dividen, hingga retribusi sehingga nilai tambah komoditas tambang bisa dinikmati seluruh masyarakat.

"Kepentingan nasional harus dinomorsatukan termasuk teknis pembagian," katanya.

Kesepakatan terkait Freeport kata dia, saat ini sudah rampung.

"Namanya sudah deal, nanti tanda tangan. Artinya kesepakatan sudah rampung. Teknis masih ada di menteri," katanya sambil tersenyum dan bergegas mengakhiri wawancara dengan wartawan.

Selain Freeport, pemerintah juga telah mengakuisisi 100 persen Blok Mahakam dan menyerahkan pengelolaannya kepada Pertamina. (AF)


Comments

Popular posts from this blog

MIWF Makassar Dihadiri Penulis Mancanegara

Pendidikan Yang Membumi Untuk Anak Bangsa

Risensi Buku Pustaka dan Kebangsaan