Waskita Karya Penuhi Tuntutan Warga Terdampak Tol

Proses Pembangunan Jalan Tol

Tegal, 31/7 (Sampetoding) - Perseroan Terbatas Waskita Karya, Selasa, akhirnya memenuhi tuntutan warga yang terdampak pembangunan tol di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, setelah anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Dewi Aryani tampil sebagai mediator bagi pihak yang bersengketa itu.

Pertemuan kedua belah pihak di Balai Desa Kebandingan, Kecamatan Kedungbanteng melahirkan kata sepakat bahwa PT Waskita Karya mengabulkan seluruh tuntutan masyarakat, seperti pencopotan pagar kawat duri di Persawahan Desa Kebandingan.

Usai pertemuan itu, Dewi Aryani kepada Antara mengatakan bahwa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang konstruksi itu akan membangun irigasi secara permanen sepanjang jalan area pertanian.

"Dalam pembangunan itu, PT Waskita Karya akan melibatkan masyarakat sekitar dan prinsip pelaksanaannya secara swakelola. Dengan demikian, menyerap tenaga kerja di daerah sekitar," kata Dewi.

Bahkan, kata wakil rakyat asal Dapil 9 Jateng (Kabupaten Brebes, Tegal, dan Kabupaten Tegal) itu, pembangunan irigasi langsung dimulai pengerjaannya usai pertemuan itu.

Masyarakat pun, kata Dewi, bersorak mendapatkan solusi yang terbaik yang selama beberapa bulan ini menemui jalan buntu, bahkan sampai mereka berdemo.

Hal lain yang disepakati dalam pertemuan yang dihadiri Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto, katanya lagi, sertifikat tanah akan di pecah segera diselesaikan sesuai dengan permintaan warga.

Dalam dialog yang dimediasi oleh Dewi itu juga dihadiri lima kepala desa dan tokoh masyarakat dari Kecamatan Kedungbanteng dan Tarub, di antaranya Desa Kebandingan, Tonggara, Karangjati, Bulakwaru, dan Samiran. Selain dihadiri Direktur Operasi II Waskita Karya Bambang Rianto dan Pimpinan Proyek Tol Pejagan Pemalang Benny, juga Camat Kedungbanteng Imam Maskur.

Dewi mengatakan bahwa PT Waskita Karya akan mengecek kembali peruntukan hibah jalan yang sudah digunakan. Di sisi lain, masyarakat dalam pertemuan itu juga meminta ada tempat pembuangan akhir (TPA) untuk menampung sampah rumah tangga di Kabupaten Tegal.

Comments

Popular posts from this blog

MIWF Makassar Dihadiri Penulis Mancanegara

Risensi Buku Pustaka dan Kebangsaan

Pendidikan Yang Membumi Untuk Anak Bangsa