Sipakainga Dipentaskan di Galeri Indonesia Kaya

Tarian Sipakainga

Jakarta, 15/9 (Antara) - Tarian daerah dari Sulawesi Selatan yang dinamis, bertajuk "Sipakainga" dipentaskan di GIK (Galeri Indonesia Kaya), Grand Indonesia, Jakarta Sabtu.

"Sipakainga" menampilkan proses perjalan hidup manusia. Dimulai dari ritual yang dilakukan saat kelahiran, filosofi kehidupan hingga akhir hayat, kematian tiba. Pementasan di GIK mengingatkan kita bahwa semua yang hidup memiliki perjalanan hidup, ada awal pasti ada akhir, hingga ajal tiba.

"Sipakainga memiliki arti saling mengingatkan dalam bahasa Makasar. Dari situ saya tercetus untuk membuat pementasan in karena sudah mulai banyak kesenian dan budaya yang dilupakan. Setiap kebudayan seni memiliki pesan akan nilai norma yang diwariskan sejak turun temurun, untuk menjaga itu semua kita wajib menjaga dan melestarikan yang sudah diwariskan oleh kake moyang kita atas kesenian yang ditinggalkannya," ujar Pemilik Artimbi Studio, Arimbi Budiono.

Pemilik blog ini, Atto Sakmiwata Sampetoding mengemukakan, Sulawesi Selatan memang memiliki beragam tradisi seni dan budaya, Artimbi Studio dan Galeri Indonesia Kaya (GIK) menampilkan salah satu keseniannya "Sipakainga", pementasan ini mengangkat budaya adat istiadat dari Sulawesi Selatan, Makasar, Bugis dan Toraja tentang filosofi kehidupan manusia. Pementasan tersebut juga menampilkan mantan Puteri Indonesia 2016 Kezia Warouw untuk ikut serta dalam rangkaian acara.

"Kezia Warouw bersama sanggar seni Artimbi Studio menunjukan kebolehannya dalam dunia seni pertunjukan. Meski baru terjun di dunia seni pertunjukan, Kezia mampu menunjukan kebolehannya dan juga menghibur penikmat seni yang datang hari ini ke Galeri Indonesia Kaya," ujar Program Director Bakti Budaya Djarum foundation Renitasari Adrian di Galeri Indonesia Kaya, Sabtu.

Renita juga menambahkan dengan mengahdirkan Kezia Warouw semangat anak muda untuk mencintai kesenian asli Indonesia hadi bertambah "Kami harap, Kezia dapat menjadi inspirasi generasi Indonesia muda agar semakin mencintai dan mengenal seni budaya dan tradisi Indonesia yang sangat kaya ini," tambah Renitasari.

Comments

Popular posts from this blog

MIWF Makassar Dihadiri Penulis Mancanegara

Risensi Buku Pustaka dan Kebangsaan

Pendidikan Yang Membumi Untuk Anak Bangsa