Posts

Showing posts from January, 2019

Pelajaran Dari Banjir Sulawesi Selatan

Image
Hujan mengguyur wilayah Sulawesi Selatan selama hampir dua hari, Senin malam, 21 Januari 2019 hingga Selasa, 22 Januari 2019.

Derasnya curah hujan yang berkisar 100 mm hingga 300 mm itu, menyebabkan terjadinya genangan yang melumpuhkan sebagian kehidupan. Pada Selasa, 22 Januari 2019, Sulawesi Selatan pun cenderung lumpuh tergenang air.

Kemacetan lalu lintas pun terjadi di mana-mana, perekonomian terhenti, dan biaya hidup melonjak. Masyarakat menderita kembali.

Alam memang tidak pernah mengatur adanya banjir dalam siklus hidrologinya. Banjir terjadi justru karena "kemajuan" peradaban manusia dan "keberhasilan-nya" dalam membangun.

Banjir telah menjadi rapor buruk yang tidak layak diperdebatkan karena merupakan hasil kerja kolektif semua pihak. Banjir, yang awalnya hanya dianggap genangan air karena akumulasi sesaat presipitasi yang akan cepat surut setelah hujan reda, kini menjadi bencana permanen.

Banjir kini meluap dalam skala besar, menggenangi permukiman, menghanyu…

Promosi Pariwisata Sulsel Terkendala Anggaran

Image
Makassar, (19/1) - Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Provinsi Sulawesi Selatan sepertinya sulit mempromosikan sejumlah destinasi pariwisata di wilayah Sulsel karena terkendala anggaran sehingga hasilnya dipastikan minim. "Alokasi belanja iklan promosi kepariwisataan di Sulsel sangat kecil bila dilihat dalam kurun waktu lima tahun terakhir, sehingga berdampak pada tidak maksimalnya promosi," sebut Direktur Eksekutif BPPD Sulsel, Hendra Nick Arthur di kota Makassar, Sabtu. Meski demikian, untuk memperbesar porsi unsur industri media, BPPD Sulsel tengah merancang alokasi belanja iklan promosi pariwisata tahun anggaran 2019.

Sebagai perwakilan unsur media dalam Pentahelix Kepariwisataan Sulsel, pihaknya memiliki tanggung jawab untuk menyusun skim pembiayaan iklan promosi pariwisata daerah. "Kami sadar jika alokasi belanja promosi dianggap kurang tepat sasaran," ujar Chief Matketing Officer PT. Kabar Grup Indonesia (KGI) itu.

Pendiri Lingkar Penulis Pariwisata (LP…

Berharap Derita Akibat Anak Krakatau Segera Berakhir

Image
Hingga menit-menit akhir tahun 2018 tercatat 437 orang meninggal akibat tsunami yang berawal dari longsornya material letusan Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, selat yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera.

Tsunami yang terjadi pada Sabtu (22/12) malam itu seolah menjadi klimaks letusan Gunung Anak Krakatau dan juga klimaks penderitaan bagi beribu orang yang terkena dampaknya. Sungguh ini merupakan catatan sedih di akhir 2018 dan awal 2019.

Data tentang 437 orang meninggal itu diungkapkan Kepala Pusat Data, Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho kepada pers di Jakarta, Senin (31/12) siang. Dari korban meninggal sebanyak itu, 426 jenazah sudah dimakamkan, sedangkan sembilan jenazah belum teridentifikasi.

Tentu data itu sudah termasuk beberapa personel Seventeen yang saat itu sedang manggung di Tanjung Lesung, Provinsi Banten. Juga sudah mencakup korban dari karyawan PT PLN.

Tim pencarian dan pertolongan gabungan terus …