Wali Kota Makassar Harap Mubaligh Jadi Pemersatu


Makassar, 20/2 (Antara) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengharapkan para mubaligh dapat menjadi pemersatu umat di tengah tekanan tahun politik saat ini.

"Mubaligh mesti mampu menjadi pemersatu. Jika ada sesuatu yang tidak jelas biasakan tabayyun agar kita tidak mudah dipecah-belah," di sela acara pelantikan DPP Ikatan Masjid Mubaligh Indonesia Muttahidah (IMMIM) di Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu.

Pada acara pelantikan Pengurus IMMIM yang juga dirangkaikan dengan kegiatan "up grading" mubaligh itu, Danny, sapaan Moh Ramdan Pomanto menyatakan bahwa mubaligh adalah bagian dari wadah penampung aspirasi umat.

Menurut Danny, belakangan ini mubaligh kian mendapat tekanan, baik tekanan politik maupun tekanan sosial keumatan, sebab umat ingin mendengarkan fatwa tentang kebenaran-kebenaran politik, dan mubaligh sebagai tempat bertanya bagi masyarakat.

Sehingga, kata dia, suka tidak suka, mubaligh harus bisa memberi jawaban yang benar kepada masyarakat Makassar tentang bagaimana sebenarnya kebenaran politik itu. "Jangan sampai para mubaligh justru menunjukkan jalan yang sesat dan jalan yang dimurkai. Karena yang jelas hanya satu, jalan yang lurus," ujarnya.

Danny menegaskan tugas mubaligh jangan membiarkan umat mengalami kebingungan, apalagi membiarkan umat bercerai berai hanya karena masalah politik yang berbeda pilihan.

Kendati masa jabatan masih tersisa dua bulan sebagai Wali Kota Makassar periode 2014-2019, Danny mengatakan pihaknya tetap fokus memperhatikan perkembangan mubaligh.

Danny juga menitipkan pesan kepada Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kota Makassar yang mengurus masalah keagamaan agar fokus pada pengembangan mubaligh, utamanya alokasi penganggaran.

"Mubaligh harus kita utamakan. Merekalah yang mengajarkan ahlak, melantunkan doa serta memberi ilmu tentang banyak hal. Karena kota tanpa ahlak dan doa maka tidak akan dapat berkah," harapnya. Danny juga berkesempatan menyampaikan ucapan terima kasih atas bimbingan dan bantuan para alim ulama dan mubaligh selama menjabat Wali Kota Makassar, dan sekaligus berpamitan untuk segera mengakhiri masa tugasnya di Pemerintahan Kota Makassar pada 8 Mei 2019.

Pelantikan DPP IMMIM yang diketuai Prof Ahmad M Sewang itu turut hadir Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sulsel Anwar Abubakar dan tamu undangan lainnya.

Comments

Popular posts from this blog

Peringatan Tsunami Aceh Nelayan Dilarang Melaut

Mataram Mendadak Sepi Gegara Hoaks Gempa