Kondisi Pasca-Bentrokan Berdarah di Mesuji Kembali Normal


Peristiwa berdarah di wilayah Register 45 Mesuji Lampung, Rabu, 17 Juli 2019, kini sudah kembali normal. Hal ini dikatakan Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra.

Asep mengatakan, berdasarkan informasi dari Kepolisian Daerah (Polda) Lampung, kondisi di Mesuji saat ini sudah terkendali atau kondusif. Kini petugas Kepolisian, TNI, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bekerja sama untuk mengamankan situasi.

Menurut dia, bentrok disebabkan karena klaim pengelolaan lahan di daerah hutan lindung. Warga pendatang melakukan pengolahan lahan, tapi ada warga lain yang mengklaim hak terhadap tanah tersebut. Akibatnya terjadi bentrokan antara kedua kubu.

Korban Tewas Mesuji

Akibat bentrokan antara kedua kelompok di wilayah Register 45 Mesuji Lampung, sebanyak lima orang.  Mereka adalah Jeman (28 tahun) dan Dalih (31 tahun) warga Desa Mekar Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Lalu warga Pematang Panggang, Lampung, Rowi (32 tahun) dan Abdul Roni (37 tahun).

Selain itu, dua warga Lampung lainnya, masih menjalani perawatan di rumah sakit akibat mengalami luka parah terkena bacokan.

“Satu korban lagi belum teridentifikasi, tapi berasal dari OKI. Total ada lima yang meninggal, dua lagi masih dirawat karena luka parah,” kata Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi, Kamis, 18 Juli 2019.

Supriadi mengatakan, jarak antara kabupaten OKI dengan wilayah Register 45 berjarak 2,5 jam. Kini kasus bentrokan ditangani Polda Lampung.

Sebanyak 130 personel gabungan dikirim Polda Sumatera Selatan ke perbatasan wilayah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Lampung, untuk mencegah bentrokan. Personel gabungan yang diturunkan terdiri dari Brimob Blitang 33 personel, Shabara Polres OKI 15 personel, polsek 20 personel, intel 10 personel, Polsek Mesuji 22 personel, Reskrim Polres OKI 10 personel, binmas 10 personel, dan Kormail 10 personel.

Kawasan Mesuji tak hanya ada di Lampung. Tapi ada juga Mesuji yang merupakan kecamatan di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kedua wilayah tersebut berbatasan langsung.

Kecamatan Mesuji ini dikenal sebagai salah satu daerah rawan konflik di Provinsi Sumetera Selatan. Hal ditandai dengan intensitas yang terjadi antara warga lokal dan pendatang. Belum lama ini juga terjadi antara warga dengan perusahaan.

Konflik di Mesuji dipicu masalah agraria (lahan). Sejak era reformasi, konflik pertanahan di Mesuji selalu terjadi. Karena saat itu negara dinilai sering menyerobot tanah masyarakat lokal. Akhirnya bentrokan ini berkembang menjadi menjadi pertikaian antara warga dengan perusahaan. Yakni, ketika negara banyak memberikan konsesi pengelolaan lahan hutan kepada pengusaha.

Comments

Popular posts from this blog

Wali Kota Makassar Harap Mubaligh Jadi Pemersatu

Peringatan Tsunami Aceh Nelayan Dilarang Melaut

Berharap Derita Akibat Anak Krakatau Segera Berakhir