Ojek Daring Banjarmasin Batasi Penggunaan Kantong Plastik


Banjarmasin - Wali Kota Banjarmasin H Ibnu Sina menyampaikan kegirangannya atas dukungan para pengemudi ojek daring untuk ikut membatasi diri menggunakan kantong plastik agar sampah tersebut dapat berkurang di Ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan.

Hal ini dinyatakan dia usai mengikuti deklarasi gabungan ojek online atau daring se-Kota Banjarmasin yang bersepakat tidak menggunakan kantong plastik dan minuman berbahan plastik langsung buang saat melayani penumpangnya. Deklarasi ini bertempat di objek wisata patung bekantan, Siring sungai Martapura Banjarmasin, Senin.

"Jadi mulai saat ini mereka menyatakan mengganti kantong plastik dengan bakul purun, untuk tempat minum menggunakan botol air (tumbler), saya sangat senang mendengar kometmen mereka ikut mengurangi sampah plastik di daerah ini," ujarnya.

Sebagaimana diketahui, kata Ibnu Sina, Banjarmasin di Kalimantan Selatan sudah sangat baik dalam "diet" sampah kantong plastik, khususnya di gerai belanja modern yang tidak sama sekali memberikan kantong plastik bagi pembeli. Masyarakat semakin terbiasa membawa sendiri tas kantong belanja.

Penggunaan kantong plastik di Indonesia sudah sangat memprihatinkan, ujar Bram, pengelola channel YouTube GOSERP yang mengunggah video vlog asal India tentang menggunungnya sampah di daerah lain di Kalimantan Barat. Setelah pelancong tersebut berkunjung selama tiga minggu ke Pontianak, Singkwang dan Sintang.




Penerapan Peraturan Wali kota (Perwali) nomor 18 tahun 2016 tentang pelarangan toko modern memberikan kantong plastik sangat baik diterapkannya, dan ini juga diikuti lapisan masyarakat lain untuk ikut mendung peraturan tersebut dengan tidak menggunakan lagi sampah plastik sekali buang yang sangat sulit dan lama terurai, penyebab polusi berkepanjangan.

"Salah satu lapisan masyarakat yang sangat mendukung ini adalah para pengemudi ojek online ini, moga mereka menjadi contoh bagi yang lainnya," papar Ibnu Sina.

Sebab, kata Ibnu Sina, dengan maksimal penerapan diet sampah kantong plastik di daerah ini sejak 2016, ternyata cukup signifikan mengurangi sampah plastik masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Basirih, milik pemerintah kota.

"Bahkan perkiraannya mencapai 30 persen sampah plastik berkurang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir), ini kemajuan luar biasa, karenanya kota kita dapat pengakuan tidak hanya nasional, tapi sudah dunia terkait upaya signifikan pengurangan sampah plastik ini," paparnya.

Makanya, tegas Ibnu Sina, di tahun 2025, Pemerintah Kota Banjarmasin akan mengeluarkan peraturan serta pengawasan yang lebih tegas tentang pelarangan penggunaan kantong plastik.

"Di tahun 2025, segala cara akan dilakukan Pemkot Banjarmasin untuk mengurangi penggunaan kantong plastik, tidak ada alasan untuk tidak melakukan upaya mengurangi kantong plastik, baik dari langkah regulasi maupun langkah-langkah di lapangan," ucapnya.

Comments

Popular posts from this blog

Wali Kota Makassar Harap Mubaligh Jadi Pemersatu

Peringatan Tsunami Aceh Nelayan Dilarang Melaut

Berharap Derita Akibat Anak Krakatau Segera Berakhir