Pesta Adat Je'ne-Je'ne di Jeneponto Dibanjiri Warga

Halaman rumah adat di Desa Balangloe Tarowang, Kecamatan Tarowang, Jeneponto, Sulawesi Selatan dibanjiri warga dalam memperingati pesta adat Je'ne-Je'ne Sappara (mandi-mandi), Minggu, 13 Oktober 2019.

Dalam perayaan tersebut menyuguhkan beberapa tradisi Kabupaten Jeneponto, seperti tarian Padendang dan Pakarena.

"Pesta adat ini diadakan untuk menjaga dan melestarikan budaya Kabupaten Jeneponto agar tidak terpengaruh budaya dari luar," kata Ketua Panitia Arwin Lakbang.

Arwin mengatakan kini perkembangan globalisasi meningkat sangat pesat, sehingga dapat mempengaruhi aspek kehidupan bangsa, termasuk kebudayaan.

"Perlu kesadaran masyarakat menjaga dan melestarikan budaya Kabupaten Jeneponto, salah satunya merayakan pesta adat," ujar dia.

Menurut dia, pesta adat Je'ne-Je'ne Sappara merupakan tradisi yang hingga saat ini masih dilestarikan masyarakat Jeneponto.

"Dalam perayaan tahun ini warga Jeneponto yang hadir ikut memeriahkan makin bertambah dibanding perayaan tahun sebelumnya," kata Arwin.



Upacara Adat Je'ne-Je'ne Sappara

Pesta adat ini adalah upacara tradisional yang hingga kini masih berfungsi dan didukung masyarakat. Banyak mengandung hal-hal positif yang menunjukkan nilai hidup dan makna kesusilaan.

Nilai-nilai hidup dan makna kesusilaan dari upacara adat ini terintegrasi dalam serangkaian ritual upacara adat tersebut, seperti ritual ammuntuli, appasempa, aklili, dan sebagainya.
Upacara adat Je’ne-Je’ne Sappara adalah tradisi yang telah dilakukan sejak ratusan tahun lalu. Upacara adat ini awalnya dilaksanakan sesuai dengan keyakinan masyarakat yang menganutnya secara turun-temurun, menjadi cerita dalam kehidupan sehari-hari dan dijalankan turun temurun.. Kegiatan tersebut sebagai ungkapan rasa syukur masyarakat Desa Balangloe Tarowang atas segela limpahan rezeki dari Tuhan Yang Maha Esa.

Je’ne-Je’ne Sappara merupakan salah satu dari rangkaian ritual upacara adat yang dilakukan dengan cara mandi-mandi (menceburkan diri) secara bersama-sama di Pantai Balangloe Tarowang. Biasanya upacara ini dilakukan sebelum masuknya waktu shalat Zuhur.

Pada prosesi Je’ne-Je’ne Sappara, masyarakat yang berkunjung ke tempat upacara adat tersebut biasanya meminta pada tabbi (tabib) doa-doa tolak bala yang ditulisnya di secarik kertas lalu diikat dengan benang. Tujuannya adalah agar orang-orang yang menggunakan jimat tersebut terhindar dari bencana dan malapetaka.

Comments

Popular posts from this blog

Wali Kota Makassar Harap Mubaligh Jadi Pemersatu

Peringatan Tsunami Aceh Nelayan Dilarang Melaut

Berharap Derita Akibat Anak Krakatau Segera Berakhir