Trauma Healing Korban Atap Aula SMKN 1 Sragen Roboh

Atap aula Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Miri, Sragen, Jawa Tengah roboh setelah hujan deras dan diterpa angin kencang, Rabu, 20 November 2019.

Korban siswa SMKN 1 Sragen yang tertimpa runtuhan atap aula diberikan penyembuhan dari trauma (trauma healing). Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan trauma healing penting diberikan kepada siswa untuk memulihkan rasa trauma mereka setelah melihat dan mengalami kejadian tersebut. Foto-fotonya dapat dilihat di sini, disajikan di Tagar.

"Trauma healing diberikan dinas sosial maupun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen," kata Yuni.

Perempuan kelahiran 23 Juni 1974 ini mengatakan di hari pertama setelah kejadian sudah dilakukan trauma healing yang dibimbing relawan.

"Para siswa diajak bermain dan bernyanyi di dalam ruangan untuk memulihkan psikologis mereka," ujar Bupati Sragen periode 2016-2021.

Bantuan Pengobatan


Kejadian yang menimpa 22 siswa SMKN 1 Sragen itu direspons Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen dengan memberikan bantuan pengobatan.

"Pemkab akan memberikan bantuan pengobatan kepada siswa," kata Wakil Bupati Sragen Dedy Endriyatno.

Bantuan pengobatan tersebut, Pemkab Sragen telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah. Karena pengelolaan sekolah itu di bawah provinsi. Dedy mengatakan pemberian bantuan pengobatan itu agar para orangtua siswa tidak terbebani secara biaya untuk pengobatannya.

"Harapan kita bisa membantu korban ini dalam pengobatannya," kata dia.

Menurut Dedy, hujan deras dan angin kencang tidak hanya merobohkan aula SMKN 1 Sragen, tapi juga menumbangkan pohon dan membuat rumah warga rusak, termasuk waterboom Gemolong.

"Yang paling parah ya di SMKN 1 Miri ini. Aula terbukanya roboh," ujarnya.

Ganjar Pranowo

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan bangunan aula SMKN 1 Miri, Sragen kurang bagus. Kejadian tersebut murni karena dipicu bencana alam.

"Itu kan bencana, jadi tidak bisa menyalahkan siapa pun. Kecuali kalau tidak ada apa-apa terus ambruk, maka itu yang perlu dikejar," kata Ganjar, Kamis, 21 November 2019.

Pria kelahiran 28 Oktober 1968 memastikan seluruh biaya korban robohnya aula sekolah ditanggung pemerintah. Ganjar meminta orangtua siswa yang anaknya jadi korban tidak khawatir. Peristiwa robohnya atap aula SMKN 1 Sragen menyebabkan sebanyak 22 siswa tertimpa runtuhan. Awalnya mereka tengah membuat pagar untuk lapangan tenis. Ketika hujan deras dan angin kencang, sebagian siswa tersebut berteduh di aula.

Para siswa yang tertimpa atap mengalami luka-luka dan patah tulang. Kepala SMKN 1 Miri Sarno mengatakan sebelumnya mereka sempat diperingatkan guru bernama Mantok agar tidak berteduh di aula. Sebagian siswa akhirnya berpindah lokasi, tapi beberapa murid lainnya masih berada di aula hingga akhirnya peristiwa robohnya atap terjadi. Korban luka-luka dan patah tulang dibawa ke rumah sakit yaitu RSU Assalam Gemolong, RSU Islam Yakssi, RSUD Gemolong, RSUD Sragen, dan RSK Kamila Utama Kartasura, Sukoharjo.

"Pertolongannya sangat cepat. Kami langsung memberikan pertolongan dan membawa ke rumah sakit," ujar dia.



Comments

Popular posts from this blog

Wali Kota Makassar Harap Mubaligh Jadi Pemersatu

Berharap Derita Akibat Anak Krakatau Segera Berakhir

Jalan Tol Beri Arti Bangkitkan Ekonomi Daerah